“Semangat Pagiiiiiiiiiiiiiiiii”
“Assalamu’alaikum, pie kabare bro? “
Itu sms-sms iseng yang sering ku kirim-kirim ke teman-teman
seperjuangan. Ciee . . . kayak pejuang 45 aja :D. Pejuang Tugas Akhir maksudnya. Niatnya untuk saling menyemangati. Aku tahu mereka juga lagi pusing . . . memikirkan bagaimana menyelesaikan Tugas
Akhir atau skripsinya. Bahkan ada yang lebih pusing lagi, karena ada sebagaian
mereka yang sudah bekerja dan bahkan berkeluarga. Tentu, nasihat-nasihat “
Fokus dulu di tugas akhir, jangan myambi kerja dsb “ tidak begitu mempan untuk di tepati.
Begitu juga dengan
aku, disaat satu per satu teman-teman se-angkatan sudah mulai lulus, aku masih
harus ber gelut dengan buku. Iri sebenarnya untuk segera mewujudkan mimpi itu “menjadi
sarjana” . Ahh . . . namun ternyata rasa iriku itu
jika di nilai dengan satuan karat, belum bernilai seperti emas 24 karat. Yang
kemudian bertransformasi menjadi semangat dan kemauan kuat untuk segera
menjudkannya. Itulah kenapa ~Dulu aku
tahu, sekarang aku paham~. Dulu aku saat
belum kuliah sering bertanya ke tetangga yang kuliah,
A : mas, kok ra lulus-lulus to ? | kuliahmu jurusan opo ? (*dengan polos, tanpa perasaan :D)
B : iyo, doane wae
#Dulu aku tahu, sekarang aku paham# paham benar . . .*pelaku
:D
Tidak mudah memang
menjaga semangat. Terlebih saat ini aku sudah sedikit agak masuk di zona nyaman. Alhamdulillah
dari sebelum kuliah setidaknya sudah sedikit ada income dari freelance, dsb. Seperti yang ku alami, meskipun kuliah sudah tidak di
subsidi ortu nyatanya malah membuat
damai di hati.
Hmm . . . aku tahu ini salah. . . aku salah, bahkan salah mutlak. Karena Ibu
dan Bapakku sangat berharap anaknya segera menjadi sarjana, bermanfaat di
masyarakat dan agama. Rasa itu lebih menjadi, telebih di bulan april kemarin,
adikku sudah di wisuda sebagai sarjana,
eh . . . tepatnya adik sepupu yang juga satu kampus denganku namun hanya
beda fakultas. Aku Fakultas eksak, dia fakultas sosial. Aku juga datang dan memberi selamat saat adik sepupuku diwisuda,
namun di hati kecil ada rasa, ya rasa . . . iri. Betul rasa iri untuk segera menyelesaikan
Tugas akhir ini.
Akupun tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Ibuku. Karena semenjak kabar wisuda adik sepupuku sampai ke ibuku, saat aku mudik beliau sering menanyakan : “le, kapan wisuda?” “ndang dirampungke kuliahe ya le . . .” | “ nggih buk . . .Insya Alloh segera, nyuwun doane”.
Akupun tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Ibuku. Karena semenjak kabar wisuda adik sepupuku sampai ke ibuku, saat aku mudik beliau sering menanyakan : “le, kapan wisuda?” “ndang dirampungke kuliahe ya le . . .” | “ nggih buk . . .Insya Alloh segera, nyuwun doane”.
Kadang saat nongkrong dengan teman-teman se kelas yang belum lulus ada yang
bilang, “ mungkin kita sudah lelah . . .”
:D What ? itu seakan seperti virus influenza yang mudah menular, dan membisik
hati dengan bilang “ itu teman kamu aja yang belum lulus masih nyantai . . .bla
bla bla . . .”
Benar nasihat Nabi “ temanmu gambaran tentang dirimu” .
Teringat nasehat
bijak “ Nothing happens until something moves” -Einstein-
Betul banget, sesuatu tidak akan terjadi jika tidak dimulai.
Sekarang aku sudah sejauh ini.Sudah hitungan tahun kulalui. Ga lucukan . . . kalo sampe DO. Aku harus segera meyelesaiakan tugas akhir ini. Tanpa
tapi, tanpa nanti..!!!
“Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Al imran:159)
*Hari berpacu dengan deadline wisuda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar