MENJAMUR
DI BANTUL
Oleh
:
Nugraha
Jaka Susanto
Semester ini ada
yang bilang “
ini adalah semester kunci.. .kalo sampai kuncinya patah, tidak mudah
untuk melaju ke langkah selanjutnya lho…., so serius yho……
(Anonim….2012)”. Masih terngiang jelas di telinga kami . . .”.
. . . . . mata kuliah APP kali ini akan saya berikan tugas membuat
perusahaan beneran, masing-masing kelompok 10 sampai 11 orang . . .
urut absen anggota kelompoknya . . .pas tho? Jadi 4 kelompok aja ya .
. .
( bu Ira 2012).
***
Mungkin sebagian
anggota kelompok ada yang pertama menjadi satu kelompok dan mungkin
yang ada juga selalu mendapat kelompok teman yang sama, whatever
bagi
saya pribadi Every
body is uniq and importen.
Apapun atau siapapun orangnya yang penting minumnya air putih aja ya
kalo makan di warung
. . . karena menyehatkan dan jadi irit kan ?
Wah malah ngelantur
. . . oke kita kembali ke kelas APP, secara sengaja dan dalam tempo
yang sesingkat-singkatnya, terkumpulah (Azi, Antok, Tono, Lukman,
Salamun, Muh’amat, Adhis, Salamun, Sukri, Rois dan Nugroho) the
winning team . . . (menurut saya ).
Team
apa tho
bro
. . . ?? pokoknya setelah rapat adhock
. .!!!! cie . . . sok koyo pejabat wae . . .
maka diputuskan :
- Usaha yang akan dilaksanakan adalah budidaya jamur
- Jamur yang dipih adalah jamur tiram
- Lokasi budidaya jamur bertempat di Bantul
Bedasarkan rapat
tersebut, sebanarnya apa yang mendasari usaha tersebut . . .?
pingin tahu ? atau pingin tahu banget . . .? oke
saya beri bocoran sedikit . . . latar yang dibelakang rumah ( kebun
yang di balangkang rumah ) mas Suratnowanto atau nama kerennya mas
Antok salah satu anggota team kami, cukup luas dan daerahnya lumayan
sejuk ( = kondusif kan . . untuk budidaya jamur ) serta belum
dimanfaatkan penuh. Untuk itu, ketika muncul ide usaha budidaya jamur
ibarat gayung bersambut, . . . langsung ga
pake lama
disambut dengan baik dan jadilah usaha budidaya jamur ini
dilakasanakan di Bantul.
Kemudian apa
hubungan the
winning team dengan
usaha jamur? Hubungannya adalah seperti listrik dan lampu. Maksudnya
. . .? menurut analisis saya . . . the
winning team
ini bisa mempengaruhi anggota kelompok menjadi semangat juara
(bekerja dengan penuh ceria). . . pernah ketika tahap pembangunan
tempat jamur . . . posisi saya masih di Klaten pagi jam 7 pagi,
begitu juga sebagian anggota kelompok ada yang masih di Magelang,
namun kami bisa berkumpul di Bantul dengan kompak dan komplit untuk
menyelsaikan pembangunan tempat usaha budidaya jamur.
Pasar
tulis
Ini
merupakan pasar yang menjadi bagian sejarah perjalanan menuju lokasi
usaha budidaya jamur, berawal dari ketidak tahuan lokasi rumah mas
Antok ditambah saya datang di tempat Azi (tempat kumpul sebelum ke
lokasi budidaya jamur) belakangan atau bahasa kerennya come
late,
sehingga tertinggal dalam tempo yang lumayan lama serta belum tahu
tempatnya. . .hehe
.
Selanjutnya dengan motor prima yang alakadarnya, karena kalo di gas
kenceng malah macet . . .
= sudah ga prima dhong . . .? Pokoknya merknya Astrea prima.
Saya meluncur ke
Bantul dengan GPS feeling
atau kira –kira saja, terdamparlah di Pasar Tulis, parahnya lagi HP
saya mati (low
battery) maklum
NOKIA 1200. So komunikasi blank,
tambah lama saya mencari lokasi budidaya jamurnya. Dengan memelas
tapi pede
saya numpang nge
– carge
Hp di sebuah konter di Pasar Tulis ini. Alhamdulillah penunggu konter
Hpnya baik hati, tidak sombong dan suka menolong. Ahh . . . numpang
nge-carg gatiis. Wong
lomo rejkeine ombo
( orang suka member pertolongan rizkinya luas) begitu mungkin feeling
mas
Agus penjaga konter Hp yang menolong saya. Akhirnya saya bisa
menemukan lokasi/rumah mas
Antok dengan sedikit basah (kehujanan) dan Alhamdulillah selamat
sampai tujan sehat wal afiat.
Yeah
. . . kelompok kami memang sangat beruntung ada salah satu anggota
kelompok yang lebih dewasa, ditambah semangatnya menginspirasi tidak
lain adalah tuan rumah. Setelah berjalan beberapa pekan menjamurlah
jamur-jamur kami di Bantul. Dengan optimism tinggi kami yakin usaha
kami kan bisa berjalan terus dan berkembang layaknya jamur yang
menjamur.
Salam
sukses mulia . . .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar